Indonesia Tuan Rumah World Islamic Economic Forum ke-12

Indonesia Tuan Rumah World Islamic Economic Forum ke-12

Rabu, 20 Juli 2016 | 18:24

Jakarta- Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12, yang digelar di Jakarta, pada 2-4 Agustus mendatang.

Acara bertemakan “Desentralisasi Pertumbuhan, Memberdayakan Bisnis Masa Depan" ini mengandung visi untuk mengeksplorasi dan mengembangkan peran kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.

“World Islamic Economic Forum akan fokus pada kegiatan bisnis keuangan terkait dengan dunia Islam. WIEF adalah yayasan atau condition, yang didirikan di Malaysia dan sudah membuat acara seperti ini yang ke-12 kalinya berganti-ganti di setiap negara,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/7).

Rencananya, WIEF akan dihadiri sekitar 2.500 peserta dari 60 negara, yang terdiri atas kepala negara/kepala pemerintahan, menteri, pimpinan perusahaan baik multinasional maupun nasional, akademisi, seniman, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), dan pelaku usaha muda.

Dia mengatakan, Indonesia pernah menjadi tuan rumah WIEF pada tahun 2009. Disebutkan, WIEF yang dikemas menjadi forum bisnis akan diisi beragam acara yang melibatkan para pimpinan negara atau pimpinan pemerintahan, panel menteri, ekspedisi, pameran bisnis, seminar, dan workshop atau pelatihan yang bersifat pertukaran ide. “Kita ingin melibatkan pengusaha muda dan juga pengusaha UKM antarnegara yang diharapkan bisa saling berkomunikasi, saling tukar-menukar pengalaman dan peluang bisnis,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Menkeu, di sela kegiatan WIEF akan digelar festival kesenian, yang bersumber dari ide-ide kreatif atau ekonomi kreatif.

http://www.beritasatu.com

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait