Mendag Enggar Sebut UKM Penopang Ekonomi Tertinggi RI

Mendag Enggar Sebut UKM Penopang Ekonomi Tertinggi RI

Jum'at,  12 Agustus 2016  −  03:12 WIB

 

CIREBON - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menerangkan peningkatan kualitas produk tidak hanya sebatas produk pangan, tapi juga produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Menurutnya sayang apabila selama ini UKM tidak bisa bersaing dan berkembang akibat minimnya akses, mulai permodalan hingga pemasaran.

Meski begitu dia menegaskan pemerintah telah berupaya untuk mendorong UKM lebih maju, baik dari sisi penjualan hingga kualitas produksi. "Penopang ekonomi tertinggi di Indonesia adalah UKM," tegas Enggar di sela-sela Peresmian Sepuluh Kampung Digital di Kabupaten Cirebon, Desa Tegalwangi, Cirebon.

Dia menambahkan salah upaya yang dilakukan pemerintah yakni melalui program kampung digital bersama dengan PT Telkom Indonesia. Menurutnya program ini dianggap akan membuat UKM lebih melek teknologi sehingga memudahkan pemasaran dan meningkatkan kualitas produksi di tengah era persaingan global.

Tercatat telah ada sepuluh kampung digital di Kabupaten Cirebon, selain Desa Tegalwangi dengan rotan sebagai produk unggulannya. Lanjut dia menjelaskan ada pula Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang dengan produk unggulan batu alam; Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, produk mebeler; Desa Sutawinangun, Kecamatan Jamblang, produk gerabah.

Ditambah Desa Panongan, Kecamatan Sedong, dengan produk mangga gedong gincu; Kelurahan Perbutulan, Kecamatan Sumber lewat produk konveksi dan Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, produk masterbu siciayumajakuning; Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, produk sandal; Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, produk grosir Tegalgubug; dan Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggela, produk winangun.

Sementara itu Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra memberikan apresiasi dengan adanya kampung digital. Menurutnya, kampung digital memberi keuntungan bagi pelaku UKM dalam memasarkan produknya secara digital. "Selain itu, gairah produk dan pemasaran para pelaku UKM di kampung tersebut dapat meningkat," paparnya. (Sumber : Sindonews.com)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar